Jumat, 30 Maret 2012

Underground House

Rahasia di Nusa Lembongan

Rahasia-di-Nusa-Lembongan
Jangan hanya mengunjungi NUsa Penida dan Nusa Ceningan saja jika Anda berlibur ke Bali. Cobalah mampir ke Nusa Lembongan, pulau kecil dari deretan tiga pulau yang terletak di sebelah tenggara pulau Bali. Ada Goa Gala jika Anda mengunjungi Pulau Nusa Lembongan, sebuah gua buatan yang cukup unik di pulau ini. Gua ini terdapat di bawah tanah dalam batu kapur yang terdapat di Pulau Nusa Lembongan. Uniknya, gua ini merupakan tempat tinggal dari seorang pertapa yang bernama Made Byasa yang dibuat selama sekitar 15 tahun dengan peralatan yang sederhana.
Pada tahun 1961 hingga 1976 seorang pertapa yang bernama Made Byasa membuat gua di dalam liang batu kapur di Pulau Nusa Lembongan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Pekerjaan Made Byasa adalah seorang mangku dalang, petani, petani dan juga pertapa.
Seperti rumah pada umumnya, di dalam rumah ini terdapat ruang tamu, dua buah kamar tidur, kamar mandi, sumur dan dua buah dapur. Karena berada dalam batu kapur, maka seluruh ruangan memiliki dinding batu kapur. Luas dari rumah bawah tanah ini sekitar 500 meter persegi. Untuk masuk ke gua ini terdapat tujuh pintu masuk. Gua ini juga memiliki tiga lubang ventilasi untuk sirkulasi udara di dalam gua buatan tersebut.
Pintu masuk ke Goa Gala cukup sempit dan harus turun ke bawah tanah dengan anak tangga sedalam kurang lebih 2 meter. Di dalam Goa Gala Anda dapat menyusuri rumah bawah tanah ini dalam lorong yang cukup gelap. Namun di beberapa sudut gua ini telah dipasang lampu penerang sehingga Anda dapat melihat ke berbagai ruangan yang terdapat di dalam Goa Gala.
Ketinggian di dalam rumah bawah tanah ini tidak begitu tinggi, yaitu antara 1 hingga 2 meter, sehingga Anda akan lebih sering membungkuk di dalam Goa Gala ini. Di beberapa ruangan, ketinggian ruang bisa mencukupi untuk berdiri dan mengambil foto di dalam gua ini. Udara di dalam gua ini terasa sejuk.

Kisah Mahabarata

Made Byasa membangun Goa Gala karena terinspirasi epos atau cerita pewayangan Hindu yaitu Mahabarata khususnya pada episode “Wana Parwa”. Made Byasa terinspirasi dengan kehidupan Pandawa yang sedang dalam pelarian dari pasukan Kurawa sehingga membuat tempat perlindungan khusus yang terbuat dari gala atau aspal. Kurawa sendiri bermaksud menghancurkan Pandawa.
Dalam kisah tersebut, diceritakan bahwa Pandawa dibuang ke hutan selama 12 tahun karena kalah bertaruh dengan Kurawa. Selama 12 tahun, Pandawa harus menghadapi tantangan hidup di dalam hutan. Karena merasa tidak aman dan berpikir bahwa sewaktu-waktu Kurawa bisa membunuh keluarganya, maka mereka membangun sebuah gua. Gua ini dinamakan “Gala-Gala”.
Di dalam tempat perlindungan inilah Pandawa tetap selamat dari kejaran pasukan Kurawa. Lima anak Pandu yang disebut Pandawa selamat di rumah ini yaitu Puntadewa, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Menurut epos Mahabarata, mereka berhasil melarikan diri lewat terowongan pada rumah yang terbuat dari gala tersebut sebelum dibakar Kurawa.
Dari episode inilah, Made Byasa tertarik menyelami kehidupan Pandawa selama masa isolasi di gua tersebut. Karena itu, Made Byasa terinspirasi membangun Goa Gala dari cerita ini. Untuk menghormati Pandawa, maka Made Byasa menggali gua yang dinamai Goa Gala. Tentunya karena latar belakang pekerjaan sebagai dalang dan kebiasaannya untuk bertapa, maka Made Byasa membuat gua yang diilhami kisah Mahabarata ini. Ia membangun tanpa henti siang dan malam selama 15 tahun untuk mewujudkan impiannya tersebut. Pada tahun 1984 dalam usia 95 tahun Made Byasa wafat di rumah bawah tanahnya.
Di gua ini juga terdapat relief yang menggambarkan proses penyelesaian Goa Gala. Terdapat beberapa simbol seperti manusia, gajah, pintu gerbang, dan kura-kura yang dalam kalender Hindu mempunyai arti yaitu 1898 pada tahun Saka atau dalam penanggalan umum jatuh pada tahun 1976 yaitu tahun ketika Goa Gala selesai dibangun.
Saat ini Goa Gala telah menjadi tempat wisata di Nusa Lembongan, karena keunikan Goa Gala banyak wisatawan yang ingin melihat. Selain itu wisatawan juga bisa mencoba bagaimana rasanya bertapa dalam goa tersebut.

Selasa, 13 Maret 2012

Blue lagoon cliff jumping




Blue Lagoon Cliff Jumping
 The first few seconds I stood there with eyes wide open and could not believe it, I saw. It's not just the color of water. Looking on the bright waves, crashing on the rocks are massive, each cell of the body felt incredible power of the elements.
Blue Lagoon on the Indonesian island Ceningan chosen local "entrepreneurs" and offered to make 3 jump into the water for IDR 50.000. Fun, order, to fold over a cliff, for it is also necessary to pay. However,, Even regular visitors here are a few, and willing to jump even less. Nevertheless,, Yet if someone decide, then it has 2 options: jump from a height 12 meters or 8 m. You can climb back on the ladder dangling from a cliff. 


Contact us; 081 999 125 577(Dodik) 

Ceningan island

Nusa Ceningan Island

Nestled neatly between the larger Islands of Nusa Lembongan and Nusa Penida, Ceningan Island is the perfect staging point to visit both islands, while retaining the exclusive and relaxing tropical feel of all Ceningan Island has to offer.

Taking a walk from The Landing up to the cliff face villas on the west side of Ceningan Island and you will encounter island life virtually untouched by tourism, walking along the flat paved roads of Ceningan Island.   From The Landing to the Village, you will be surrounded by mangroves to one side and coconut groves back-dropped by tropical hills on the other.   It is not unusual to encounter immaculately dressed and smiling school kids on these walks and most of them are only too happy to stop and have a quick chat as they make their way to their quaint & clean school on the village edge.
Beach

Walking passed the school, the mangroves open up giving you a glimpse of the Channel, beautiful on high tide with hundreds of boats bobbing up and down in the natural harbor, or conversely, during low tide, the heads of the villagers bobbing up and down in the dry harbor collecting seaweed and the small bounty of shell fish that the ocean has offered up.

Ceningan's most lucrative export is edible & cosmetic grade seaweed, grown in submarine pens along the northwest and northeast coasts, off Nusa Lembongan and in the Channel between Nusa Lembongan and Nusa Ceningan.  The seaweed is exported to Hong Kong for processing into agar, a thickening agent used in cooking, and carrageenan used in cosmetics and in condiments, sauces, crackers, and other food products.

Traveling through the village you will notice seaweed drying on the beach and along the roads and encounter the humble but very friendly locals going about their business or just relaxing in the afternoon heat.   Join them on their bamboo platforms - they are always up for a chat, and beware the most challenging part of this walk is just up ahead.

After walking through the main village and past some neat and beautiful homes and temples you will come to a large hill, this will test the most able of walker and it is always a good idea when travelling anywhere on Ceningan Island to have a ready supply of cold water with you.

Traveling up the hill, you will be surrounded on one side by jungle and on the other by small plantations of tapioca, another way the villagers earn income.   Turn right at the top of the hill and follow the winding road down to the Ceningans, the surf break and beach, or turn left on the concrete road up another small hill and find yourself at the Ceningan Cove development.

Secret Point Huts

Secret Point Huts




Nusa Ceningan Beach - Secret Point Huts - Lembongan
Nusa Ceningan Beach

Nestled neatly between the larger Islands of Nusa Lembongan and Nusa Penida, Secret Point Hut's located at Ceningan Island, the perfect staging point to visit both islands, while retaining the exclusive and relaxing tropical feel of all Ceningan Island has to offer.

The time is fast approaching where you should plan either an overnight or weekend retreat in Secret Point Huts on Nusa Ceningan to visit for a week long Dive, Snorkel, and Surfing In front orf our huts. Or facilities is Bar and restaurant, relaxing place in long chair and Balinese umbrella to watching nice panoramic of Lembongan Village and ocean view also surfing breaks with wave never stop.

Huts Type
Ocean view Huts and surfing breaks call secret points which huts size 4 x 4 square meters complete with one double bed, fan  Individual remote control air conditioning, open bathroom with toilet, standing  cool shower, and complimentary towel.

Getting Secret Point Huts
Prior to now there has not been any direct method of getting from Bali to Ceningan Island.   Though this is all changing at a rapid pace.

Previously the long and only way to get to Ceningan Island has been to take the 1 - 1.5 hour long ferry trip to Nusa Lembongan, where you then need to hire a motorbike and ride across the island and over the suspension bridge to Ceningan.   These ferries go daily; there is a local ferry or a tourist ferry, accommodating holiday makers, day trippers & locals heading to the now popular Lembongan Island.   Ferries leave from Sanur at 08.00am and 10.30 but not return same day will be next day morning only.

Now can take it fast boat with daily schedule from sanur beach at 10.00, 12.00, 14.00 and 16.30 and from Lembongan at 09.00, 11.0, 13.00 and 15.30

Private Boat Charter
Two charter boats are available for Ceningan Island trips leaving from Sanur , and also private Charter.

Huts View - Secret Point Huts - Lembongan

Huts View
Exterior Huts View - Secret Point Huts - Lembongan

Exterior Huts View
Room View - Secret Point Huts - Lembongan

Room View
 
 
 
Contact us ;081 999 125 577 (Dodik)
Bedroom View - Secret Point Huts - Lembongan

Bedroom View
 
 
 
 

Senin, 12 Maret 2012

Pulau Lembongan


Pulau Lembongan atau dalam bahasa Bali disebut Nusa Lembongan adalah sebuah pulau kecil terletak di 8°40.906′S 115°27.067′EKoordinat: 8°40.906′S 115°27.067′E yang berdekatan dengan Nusa Ceningan dan 2 km di sebelah barat laut Nusa Penida terletak di Selat Badung sebelah tenggara Pulau Bali. Pulau yang memiliki panjang 4,6 km dan lebar 1-1,5 km ini berada kira-kira 11 km di sebelah tenggara Bali, Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, Indonesia. Mata pencaharian utama masyarakat Nusa Lembongan adalah sebagai petani rumput laut. Sebagian lagi bekerja di sektor pariwisata dan sektor penunjang pariwisata. Nusa Lembongan terbagi menjadi dua desa yakni Desa Lembongan dan Desa Jungubatu. Desa Lembongan membawahi 6 dusun dan 12 banjar adat, yang wilayahnya berada di dua pulau yakni sebagian besar Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Keenam dusun yang menyokong Desa Lembongan yaitu; Dusun Kawan, Kaja, Kelod, Kangin, Ceningan Kawan dan Ceningan Kangin (dua dusun terakhir terletak di Nusa Ceningan). Desa Lembongan banyak mempunyai tempat-tempat menarik untuk dikunjungi wisatawan seperti pantai berpasir putih yang sangat menarik, goa alam dan buatan yang unik, tebing laut yang menantang, rawa-rawa yang penuh misteri yang menarik minat pengunjung untuk datang dan banyak lagi yang menarik di Desa Lembongan. Pantai-pantai yang menarik dan terkenal di Desa Lembongan antara lain; Pantai Tanjung Sanghyang, Dream Beach, Selagimpak, Selambung, Sunset Beach, Pemalikan, Lebaoh (pantai pusat rumput laut) dll. Tempat-tempat lain yang ramai dikunjungi wisatawan antara lain; Rumah Bawah Tanah (Underground House) Gala-gala, Goa Sarang Walet Batu Melawang, Art Shop Center Buanyaran, Rawa-rawa Pegadungan, Tempat Romantis Kolong Pandan Sunset Park dll. Transportasi dari dan ke Nusa Lembongan dan Desa Lembongan dengan Pulau Bali ditempuh melalui jalur laut yakni; dari dan ke Bali timur melalui jalur Pelabuhan Tri Buwana - Bias Munjul Ceningan kangin, dari dan ke Bali Barat melalui jalur Pelabuhan Sanur Denpasar - Pelabuhan Tanjung Sanghyang Lembongan. Lama perjalanan dari sanur menuju Tanjung Sanghyang Lembongan sekitar 1 - 1,5 jam menggunakan jukung (jangolan) dan sekitar 30 menit kalo menggunakan speed boat. Transportasi dari dan ke Desa Lembongan ada yang pagi hari menggunakan jukung, siang dan sore menggunakan speed boat.